jump to navigation

Pasca Pilwabup Gedung Dewan Kosong Februari 26, 2009

Posted by 4riesibaran1 in Uncategorized.
Tags: , , , ,
trackback

KALIANDA – Pro-kontra pemilihan wakil bupati (pilwabup) Lamsel masih terus berlanjut. Meski Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu telah memberikan sinyalemen tak akan melantik wakil bupati terpilih, apabila prosesnya diketahui cacat hukum, namun, anggota dewan yang mendukung digelarnya pilwabup tetap merasa optimis proses Pilwabup Lamsel yang telah dilakoni pada tanggal 23 Februari lalu telah sesuai dengan koridor tata tertib dewan.

Wakil Ketua Dewan Antoni Imam, S.E., menegaskan bahwa dirinya belum mendengar sinyalemen dari gubernur tersebut. Tetapi, dirinya mengaku dewan telah menyusun surat pemberitahuan kepada Gubernur Lampung dan juga mendagri terkait hasil Pilwabup Lamsel 23 Februari. “Suratnya sudah ada tapi belum tahu apakah sudah terkirimkan atau belum,” ujarnya saat dihubungi Radar Lamsel.

Menurutnya, surat tersebut nantinya juga akan disusul dengan kronologis Pilwabup Lamsel berikut aturan-aturan yang memang menjadi dasar hukum Pilwabup Lamsel. “Kita juga sedang bersiap mengirimkan dokumen pendukung yang dibutuhkan,” bebernya. Terkait mengadakan audiensi dengan pihak Gubernur Lampung, Antoni menyatakan langkah yang ditempuh dewan belum sampai pada tahap tersebut.

Dirinya menilai masih cukup dengan mengirimkan surat hasil pemberitahuan Pilwabup Lamsel kepada Pemprov Lampung maupun ke depdagri. “Saya kira masih cukup sebatas itu dulu,” imbuhnya. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu mengeluarkan statement bahwa pilwabup yang bermasalah tak akan dilantik.

Tercatat, pada pilwabup Lamsel anggal 23 Februari lalu sebanyak 26 orang anggota dewan yang hadir berargumentasi bahwa sidang paripurna telah sesuai rapat panmus yang dipimpin Wakil Ketua Dewan Drs. Irwan dan Antoni Imam. Pada saat pilwabup digelar protes dari kubu Fraksi Golkar dan elemen masyarakat mewarnai jalannya pilwabup. Risman Sesunan akhirnya terpilih sebagai wakil bupati. Ketua Dewan Sumadi memilih walk out dan pimpinan sidang diambil alih Drs. Irwan.

Meski tak memenuhi kuaroum sesuai dengan tatib pilwabup yakni kehadiran anggota ¾ dari jumlah 44 orang dewan yang ada. Sebanyak 26 orang anggota dewan yang hadir saat itu sepakat bahwa sidang dapat dilanjutkan dengan merujuk pada ketentuan lain. Dewan beranggapan bahwa rapat tetap dapat dilanjutkan merujuk pada Bab XIII pasal 74 Tatib 15/DPRD-LS/2006 tentang Perubahan Revisi Tatib DPRD NO 17/DPRD-LS/ 2005.

Tercatat, pada ayat (2) termaktub jika kuorum belum tercapai pimpinan dapat melanjutkan rapat sekurang-kurangnya dengan kehadiran setengah dari jumlah anggota dewan keseluruhan.

Sementara itu terpisah, dua hari pasca pilwabup yang mengundang kontroversi digelar, gedung dewan yang biasanya ramai terlihat lengang. Sepanjang pengamatan wartawan tak ada anggota dewan yang hilir mudik baik di ruangan komisi maupun di ruangan fraksi-fraksi. Hanya ada Ketua Dewan Sumadi, S.Sos., yang masih berkantor seperti biasanya. Meski demikian, saat dimintai tanggapan terkait proses Pilwabup Lamsel, Sumadi yang biasanya berkomentar kemarin enggan memberikan komentar. Dirinya juga mengaku tak tahu kemana perginya para anggota dewan yang lain.

“Kita jaga saja agar suasana di Lampung Selatan tetap kondusif,” tuturnya pendek. (Widisandika/Beny Candra)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: