jump to navigation

DPRD Lamsel Bergejolak Februari 23, 2009

Posted by 4riesibaran1 in Uncategorized.
trackback

KALIANDA (Lampost): Ketua DPRD Lampung Selatan Sumadi membatalkan keputusan Panitia Musyawarah (Panmus) yang menetapkan jadwal pemilihan wakil bupati Senin besok. Namun, Panmus berkeras tetap akan menggelar paripurna pemilihan sesuai dengan jadwal.

“Rapat paripurna pemilihan wakil bupati Senin besok saya batalkan. Saya meminta pemilihan ditunda sampai tanggal 25 atau 26 Februari,” kata Sumadi di rumah dinasnya, Sabtu (21-2), menanggapi hasil rapat Panmus yang digelar sehari sebelumnya.

Rapat Panmus yang berlangsung Jumat (20-2) sore di ruang kerja Sumadi dihadiri Taufik David, Irwan, dan Supriyanto Hutagalung (F-PDI-P), Antoni Imam, Komirudin, dan M. Taufik (F-PKS), Azmi Azis dan A. Hazizi (F-PAN), Syahdan (F-PPP), serta Thoharudin (Sekretaris DPRD/Sekwan). Namun, Sumadi, Ketua F-PKB Muslihun, dan Ketua Panitia Pemilihan (Panlih), Zainal Arifin T.N. (PG) tidak hadir. Dalam rapat tersebut diputuskan rapat paripurna pemilihan wakil bupati akan digelar Senin besok.

Sumadi melayangkan surat pembatalan hasil rapat Panmus itu pada Jumat (20-2) pukul 18.30. Ia menilai rapat Panmus tidak memenuhi kuorum karena hanya dihadiri tujuh dari 17 anggota. Selain itu, menurut Sumadi, masyarakat meminta kedua calon wakil bupati mengikuti uji publik terlebih dahulu selama empat hari atau sepekan. Kedua calon itu yakni, Irsanuddin Sagala yang diusung Partai Golkar dan Risman Sesunan yang diajukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Menurut Sumadi, ia sudah meminta Panmus menunda rapat sampai hari Senin, tetapi permintaan itu tidak dihiraukan. “Saya sudah menghubungi Wakil ketua I (Irwan) dan Wakil Ketua II (Antoni Imam) untuk membatalkan rapat Panmus. Tetapi, rapat tetap saja dilaksanakan. Berarti mereka telah membohongi saya,” tegasnya.

Sementara itu, surat undangan rapat paripurna pilwabup sudah telanjur disebar. Karena itulah, Sumadi memerintahkan Sekwan Thoharudin untuk mengedarkan surat pembatalan rapat paripurna itu. Namun, menurut Sumadi, Thoharudin menjelaskan bahwa ia menyebar undangan tersebut kepada seluruh kepala dinas atas permintaan Bupati Lamsel. Hal itu membuat Sumadi berang.

Ia menganggap permintaan Bupati tersebut merupakan bentuk intervensi. Untuk itu, lanjut dia, apa pun yang terjadi pada Senin besok tidak akan ada rapat paripurna pemilihan. “Sekwan itu operasional Dewan, bukan pemerintahan Bupati. Kenapa saudara Bupati, seperti tidak tahu mekanisme? Ini intervensi Bupati. Karena itu, saya perintahkan Sekwan segera mengundurkan diri,” ujar Sumadi tegas.

Panmus Berkukuh Senin

Secara terpisah, Wakil Ketua I DPRD Lamsel, Irwan, mengatakan tidak ada yang bisa membatalkan hasil Panmus meskipun ada perbedaan pendapat. Irwan berkukuh pemilihan tetap akan digelar Senin besok. “Pemilihan tetap berlangsung hari Senin tanggal 23 Februari 2009,” tegasnya.

Irwan menjelaskan kourum atau tidak, Panmus tetap berhak mengagendakan rapat paripurna. “Ini demokrasi, jadi wajar kalau ada yang berbeda pendapat. Yang pasti, hasil sidang panmus itu sudah sesuai dengan aturan dalam tata tertib umum DPRD,” ujar dia.

Hal sama juga disampaikan Wakil Ketua II DPRD Lamsel, Antoni Imam. Ia mengungkapkan keputusan Panmus hanya bisa dibatalkan dengan cara menggelar rapat Panmus kembali. “Bisa dibatalkan asal Panmus diundang kembali, itu mekanismenya. Kalau dibatalkan secara sepihak tidak bisa,” kata dia.

Antoni menambahkan penetapan rapat paripurna pemilihan Senin besok bukan saja keputusan Panmus, melainkan sudah dijadwalkan Panlih melalui tahapan-tahapan pilwabup. “Ada jadwal dan tahapan pemilihan yang telah diatur Panlih. Sebab itu, rapat paripurna Pilwabup tetap sesuai rencana,” ujarnya.

Uji Publik

Di pihak lain, Dewan Pembina LSM Forum Musyawarah Masyarakat Lampung Selatan (FM2LS) Abdul Kadir, mendukung penundaan rapat paripurna pemilihan. Penundaan itu dilakukan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat menguji kualitas kepemimpinan kedua calon. “Kita ini bukan membeli ikan asin atau cabai, melainkan memilih pemimpin untuk memajukan Lampung Selatan. Masak iya, masyarakat tidak tahu siapa itu Risman dan siapa Irsanuddin. Ini kan lucu,” kata Abdul Kadir.

Ia menilai keputusan Panmus mengagendakan rapat paripurna pemilihan pada Senin besok terlalu terburu-buru. Abdul Kadir mengusulkan agar pemilihan ditunda empat hari sampai sepekan. “Kita perlu tahu rekam jejak masing-masing calon. Sehingga masyarakat tidak seperti membeli kucing dalam karung,” ujar tokoh asal Kalianda itu.

Ia mengaku secara formalitas tahapan-tahapan pemilihan sudah sesuai dengan prosedur. “Masalah prosedur itu urusan DPRD. Sebagai masyarakat, kami mengharapkan pemimpin kami adalah orang yang mengetahui aspirasi rakyat,” jelas dia. n AL/U-1

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: