jump to navigation

Parpol Tidak Beretika Pilwabup Terancam Molor Februari 18, 2009

Posted by 4riesibaran1 in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemilihan wakil bupati (pilwabup) Lampung Selatan (Lamsel) terancam molor. Partai politik (parpol) pengusung calon wakil bupati dinilai tidak mematuhi etika.

Pengajar Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung (Unila) Ari Darmastuti mengatakan hal itu di Bandar Lampung, Selasa (17-2). Hingga tadi malam, koalisi parpol belum satu suara, sedangkan batas waktu pengajuan dua nama kepada DPRD Lamsel pada Kamis (19-2).

Menurut Ari, secara etika politik, parpol besar dengan perolehan suara banyak memiliki hak lebih mengajukan dua nama cawabup. “Berdasar pada etika politik, setiap koalisi parpol besar dulu yang punya hak lebih. Tidak etis parpol yang lebih kecil memaksakan kehendak.”

Sebab itu, Ari mengimbau empat parpol, yakni Partai Demokrat (PD), Partai Golkar (PG), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Serikat Islam (PSI) mengedepankan sikap lapang dada dalam merespons satu nama cawabup yang akhirnya ditetapkan rapat paripurna.

“Legowo saja, mulailah tertib mematuhi etika politik. Karena dengan kondisi parpol yang banyak, koalisi itu pasti ada.”

Lain halnya pengajar Fakultas Hukum Unila Yuswanto mengatakan apabila sampai 19 Februari belum ada kesepakatan di antara empat parpol pengusung, Bupati Lamsel Wendy Melfa berhak memutuskan dua nama.

“Kalau memang dalam tata tertibnya 19 Februari harus sudah ada dua nama, sedangkan empat parpol itu belum ada kesepakatan, Bupati berhak memutuskan,” kata dia. Kemungkinan lain, sambung Yuswanto, adalah mengundur batas waktu pengajuan dua nama itu.

Sementara itu, mediasi empat parpol untuk menentukan dua nama cawabup kembali digelar Bupati Wendy Melfa di ruang Bupati, hari ini (18-2), pukul 10.00. Sebelumnya, mediasi beberapa kali berlangsung. Misalnya di rumah pribadi Bupati, Jalan Tamin, Bandar Lampung, Minggu (15-2).

Mediasi pada Minggu kemarin gagal karena hanya dua calon yang menandatangani kesepakatan mematuhi siapa pun yang akan diajukan ke rapat paripurna, yaitu Risman Sesunan (PKB) dan Irwan (PSI). Irsanuddin (PG) tidak hadir, sedangkan Rusli Isya (PD) mengaku masih mempelajari isi kesepakatan.

Terakhir, mediasi kembali terjadi terhadap empat parpol di rumah Asisten I Pemkab Lamsel Alfi Asha, Jati Agung, Lamsel, Senin (16-2) malam. Mediasi juga tidak mencapai titik temu.

Sementara itu, Ketua DPC PD Lamsel Siti Farida mengatakan hingga kini partainya tidak menginstruksikan apa pun terkait cawabup Rusli Isya yang tidak menandatangani kesepakatan itu. “Partai tidak ada instruksi. Yang saya tahu, dia (Rusli Isya) masih mempelajari dulu isi kesepakatan itu.” n */AL/U-2 *=Yoso Muliawan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: