jump to navigation

Rumah Dinas Bupati Lamsel Terjaring OPAL Februari 14, 2009

Posted by 4riesibaran1 in Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

KALIANDA (Lampost): Ranting PLN Kalianda mengancam mencabut aliran listrik di Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, jika dalam waktu 2 kali 24 jam tidak membayar kelebihan setrum yang dipakai.

Dalam OPAL (Operasi Penertiban Aliran Listrik) yang digelar kemarin, petugas PLN setempat menemukan ukuran pemakaian listrik (MCB) di rumah dinas bupati terlalu besar, mencapai 63 x 3 volt.

Karena tidak sesuai dengan rekening bulanan, Tim Putus Sambung (Tusbung) dari PLN Ranting Kalianda kemudian memutus aliran, Kamis (12-2).

Kepala Ranting PLN Kalianda, Burhanuddin Yunus, membenarkan pemutusan yang dilakukan Tim Putus Sambung terhadap rumah dinas Bupati Lamsel karena arus listrik di rumah dinas Bupati tidak sesuai sehingga PLN dirugikan Rp20,534 juta.

Dia menjelaskan dalam lingkungan rumah dinas bupati Lamsel terpasang 4 unit meteran. Selain itu, di lain tempat juga masih milik Pemkab Lamsel, seperti Gedung Olahraga dan Kesenian, Kalianda, Gedung Serbaguna (GSG), dan Rumah Dinas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sehingga semuannya berjumlah 8 unit meteran. Setelah diperinci, kerugian PLN di dua lokasi ini mencapai Rp241 juta.

Menurut Burhanuddin, adanya ketidaksesuaian arus listrik yang terpasang, khususnya di rumah dinas Bupati Lamsel diketahui dari hasil pengecekan rekening pembayaran.

“Semestinya, di rumah dinas Bupati Lamsel arus listrik yang terpasang berukuran 50 x 3 volt. Tapi, kenyataannya cukup tinggi, yakni 63 x 3 volt. Itu sebabnya Tim Tusbung memutus aliran dan mencopot MCB yang terpapsang di bagian meteran,” ujar dia, Jumat (13-2).

PLN Ranting Kalianda memerinci besaran uang denda pada pemkab Lampung Selatan Rp20,534 juta. Denda pembayaran itu akan dimasukkan tagihan susulan.

PLN memberi limit pelunasan setrum yang dipakai itu selama 2 kali 24 jam terhitung sejak adanya pemutusan. Bila sampai batas waktu toleransi, Pemkab Lampung Selatan belum juga melunasi, PLN akan membongkar fasilitas listrik yang ada di rumah dinas tersebut.

“Pembongkaran tetap akan dilakukan,” ujar Burhanuddin Yunus.

Sementara itu, Kasubbag Rumah Dinas Bupati Lamsel Titik ketika mendapatkan laporan tentang rumah dinas bupati Lamsel terjaring OPAL mengaku terkejut.

Padahal, selama ini pihaknya melakukan pembayaran sesuai dengan rekening PLN. “Saya tidak tahu kalau MCB yang terpasang di meteran listrik di rumah dinas bupati tidak sama dengan yang tertera di rekening pembayaran,” ujarnya.

Meski demikian, ia secepatnya akan melaporkan kasus tersebut pada Kabag Keuangan dan Pendapatan Daerah Tarmizi. n WAN/D-2

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: