jump to navigation

Desakan Digelarnya Pilwabup Bergulir Februari 6, 2009

Posted by 4riesibaran1 in Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

KALIANDA – Desakan terhadap DPRD Lampung Selatan (Lamsel) untuk segera melaksanakan pemilihan wakil bupati (Pilwabub) yang lowong beberapa bulan lalu mulai bergulir.

Pernyataan ini muncul dari Gerakan Masyarakat Tani Nelayan wilayah Lampung Selatan yang mempertanyakan lambanya DPRD dan eksekutif dalam menyelesaikan tahapan pilwabup. Padahal pembahasan tata tertib telah diselesaikan oleh pansus dan bahkan disahkan dalam paripurna.

Koordinator Gerakan Masyarakat Tani Nelayan wilayah Lampung Selatan, Bolim, meminta DPRD Lampung Selatan tidak lamban dalam membahas tahapan proses Pilwabup Lamsel. Sebab, dengan menghambat proses sama saja dengan menghambat proses pembangunan di Lampung Selatan yang sedang berjalan saat ini.

“Kami minta DPRD jangan menghambat proses politik yang akan bergulir di Lampung Selatan. Sebab proses pembangunan di daerah ini akan sulit berjalan bila dilakukan oleh satu orang pemimpin. Dan kami tidak ingin roda pemerintahan ini pincang nantinya,” terang Bolim kepada Radar Lamsel, Minggu (7/9).

Dikatakannya, DPRD sama sekali tidak ada alasan untuk menghambat proses pemilihan. Karena sebagaimana dalam aturan perundangan secara jelas ditegaskan bahwa kekosongan jabatan wakil kepala daerah harus segera diisi selambat-lambatnya 60 hari setelah pengangkatan bupati. “Lalu mengapa DPRD Lamsel terkesan lamban menyelesaikan proses ini. Padahal, Tatib telah selesai dibahas dan tinggal menyelesaikan tahapan lanjutanya,”ungkapnya.

Hal yang sama dikatakan, Ketua Forum Study dan Advokasi Mahasiswa (Fusvom) Lampung Selatan, Erwin Maja, S.H., yang menilai DPRD terkesan setengah hati dalam menyelesaikan proses tahapan pemilihan wakil bupati Lampung Selatan. Tidak ada lagi hambatan yang signifikan dalam menyelesaikannya

”Bila sebelumnya, anggota dewan yang terhormat terfokus dalam pelaksanaan pilgub. Kali ini saya rasa tidak ada alasan lagi, karena soal Pilwabup merupakan persoalan yang cukup krusial pula bagi masyarakat Lamsel. Saya harap DPRD tidak berpangku tangan,” tegasnya.

Demikian terhadap eksekutif, mantan Ketua BEM STIH Muhammadiyah Kalianda ini berharap, eksekutif bisa mendukung serta mengawal proses bergulirnya Pilwabup Lamsel tersebut. ”Karena keterlibatan eksekutif dan legislatif dalam undang-undang telah jelas, kami berharap, eksekutif ikut mengawalnya juga,” tambahnya.

Secara terpisah, Ketua Panlih Wabup, DPRD Lampung Selatan, Taufiq David, S.E., membantah bila DPRD telah menghambat proses pilwabup. Bahkan, menurutnya hingga kini DPRD belum menerima rekomendasi dari Bupati Lampung Selatan terkait 2 nama cawabup yang diusulkan. ”Alasannya jelas, karena dari bupati sendiri belum menerima usulan dari 4 parpol pengusung yang direkomendasikan,”ujarnya.

Dijelaskan Ketua Fraksi PDIP Lamsel ini, bukan hanya di kalangan eksekutif saja, KPUD Lamsel sendiri memiliki tanggungjawab moral terhadap penyelesaian proses ini mengingat saat ini DPRD telah melakukan konsultasi terhadap legalitas 2 partai pengusung, yaitu PKB dan PSI yang hingga kini tidak jelas putusanya.

”Jadi dalam hal ini jangan DPRD yang disalahkan karena secara prosedural DPRD telah komitemen untuk menyelesaikan proses ini secepatnya. Hanya kita terbentur oleh persoalan yang muncul dalam penyelesaianya,” pungkasnya. (Beny Candra)

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: